Ulasan Lirik Lagu Pakasiah Tak Baramuan – Tata Talita
![]() |
| Tata Talita Pakasiah Tak Baramuan |
♪ Lirik Pakasiah Tak Baramuan ♬
----------------------------------------------------
Dilarai makin dilarai ondeh
Tambah dilarai hati batambah kanai
Diubek joa diubek ondeh
Alah diubek kabek batambah arek
Ndak bisa denai yo malupokan
Kanai pakasiah tak baramuan
Sajak hiduang nan ditampuah angok
Ciek ko yo dek denai ndak talok
reff:
Tibo di awak kareh ka iyo
Tibo di urang oi kanduang kareh ka indak
Hati manangguangkan sansai juo
Urang tu bana oi malang maraso anggan
Bantauk nan ciek yo ciek bintang di langik
Raso sabatang nan tumbuah kayu di rimbo
Ditawa jo dukun kampuang
Kukuak bisiak jo tanuang
Ondeh indaknyo mampan
Ramuan tolong tunjuakkan ondeh
Apo ramuan untuak paubek badan
Cinta yang Menjadi Luka Permanen
Lirik lagu Pakasiah Tak Baramuan menghadirkan narasi patah hati yang sangat kuat melalui bahasa Minangkabau yang puitis. Sebelumnya lagu ini telah dipopulerkan oleh Rayola di kurun waktu 2020an. Lagu ini tidak bercerita tentang perpisahan biasa, melainkan tentang cinta yang terhenti tanpa penyelesaian, tanpa ruang untuk berdamai.
1. Rasa Sakit yang Terus Bertambah
Pembuka lagu langsung menempatkan pendengar pada konflik batin yang mendalam:
Dilarai makin dilarai
Tambah dilarai hati batambah kanai
Penghiburan yang seharusnya meringankan justru memperparah luka. Ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada keadaan luar, melainkan pada perasaan yang sudah terlalu terikat. Upaya mengobati hati hanya memperjelas betapa dalam luka tersebut.
2. Cinta yang Mustahil Dilupakan
Pengakuan “Ndak bisa denai yo malupokan” menjadi inti dari lagu ini. Tokoh lirik menyadari ketidakmungkinan untuk melupakan sang kekasih. Perumpamaan hiduang nan ditampuah angok menggambarkan sesuatu yang tidak bisa ditolak atau dihindari, sama seperti rasa cinta yang datang tanpa izin dan menetap tanpa bisa diusir.
3. Ketimpangan Rasa dalam Hubungan
Bagian reff menyoroti ketidakadilan emosional:
Tibo di awak kareh ka iyo
Tibo di urang kareh ka indak
Saat perasaan itu dirasakan sendiri, beban terasa sangat berat. Namun bagi pihak lain, rasa tersebut tidak memiliki bobot yang sama. Ini mencerminkan cinta yang tidak seimbang, di mana satu pihak berjuang sendirian menanggung akibatnya.
4. Simbol Kesepian yang Kuat
Perumpamaan satu bintang di langit dan sebatang kayu di rimba memperkuat suasana sunyi. Tokoh lirik merasa sendirian di tengah dunia yang luas. Ia ada, tetapi tidak ditemani. Hidup terus berjalan, namun tanpa kehadiran orang yang dicintai, semuanya terasa kosong.
5. Keputusasaan Hingga Ranah Mistis
Pada bagian akhir, tokoh lirik mencoba pengobatan tradisional:
Ditawa jo dukun kampuang… ondeh indaknyo mampan
Ini menjadi simbol puncak keputusasaan. Saat logika dan perasaan tak lagi mampu memberi jalan keluar, harapan terakhir pun ditempuh. Namun tetap gagal. Pesannya jelas: luka cinta tidak selalu bisa disembuhkan, apalagi jika akar masalahnya adalah perpisahan yang tak bisa dihindari.
6. Pesan Emosional Lagu
Lagu ini menyampaikan bahwa tidak semua cinta memiliki akhir bahagia. Ada hubungan yang harus berhenti meski perasaan masih hidup. Pakasiah Tak Baramuan adalah pengakuan jujur tentang kalahnya hati oleh keadaan.
Secara lirik, Pakasiah Tak Baramuan kuat, konsisten, dan emosional. Penggunaan bahasa Minangkabau, simbol alam, serta pendekatan budaya lokal membuat lagu ini terasa autentik dan menyentuh. Lagu ini cocok disebut sebagai representasi luka cinta yang tidak menemukan jalan pulang.
.png)
Posting Komentar untuk "Ulasan Lirik Lagu Pakasiah Tak Baramuan – Tata Talita"